Skip navigation

Makoto. Kanji itu dibaca makoto. Kanji ini memiliki makna “sincerity/ truth in word and action“. Kanji ini terdiri dari dua bagian, yakni kanji pertama (sebelah kiri) yang merupakan kanji untuk “berbicara”, proses mengeluarkan kata-kata dari mulut; dan kanji kedua (sebelah kanan) yang memiliki arti menyelesaikan atau menyempurnakan.

Secara keseluruhan kanji Makoto ini memiliki arti ketulusan (hati), kesungguhan hati, dan keikhlasan. Makoto ini merupakan bagian dari tujuh prinsip Bushido atau sering disebut prinsip Jalan Kesatria. Prinsip ini adalah jalan hidup yang harus dipegang oleh para samurai pada zaman feodal Jepang dulu. Pantas, ada pedang tergantung di bawah gantungan kanji itu. Baru saya mengerti, kalau pedang kecil disana menggambarkan bahwa kanji diatasnya merupakan salah satu jalan hidup yang harus dipegang teguh bagi para pemegang pedang bernama Samurai pada masanya.

Karena penasaran, saya mencari tau tentang prinsip Bushido ini. Prinsip Bushido ada tujuh. Ketujuh prinsip ini harus diterapkan baik pada pertarungan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ketujuh prinsip itu adalah :

1. 義 Gi – Dharma (correct decisions)

Jujur dengan semua orang. Teguh pada keadilan, bukan keadilan yang diterapkan oleh orang lain. Bagi seorang samurai sejati, tidak ada wilayah abu-abu dalam hal kejujuran dan keadilan, yang ada hanya benar atau salah.

2. Yuu 勇- Courage

Bantulah orang-orang yang takut untuk bertindak. Bersembunyi bagai kura-kura dalam tempurung bukan cara untuk hidup. Seorang samurai harus memiliki keberanian sejati. Keberanian yang bukan buta tanpa arah, melainkan cerdas, menggantikan ketakutan dengan penghormatan dan kewaspadaan.

3. 仁 Jin – Benevolence

Melalui kerasnya pelatihan, seorang samurai akan menjadi lincah, kuat, namun berperasaan. Dia tidak seperti laki-laki pada umumnya. Dia harus membangun kekuatan yang bermanfaat untuk kebaikan semua orang. Memberi pertolongan dalam setiap peluang. Jika tidak menemukan peluang, maka carilah jalan untuk membangun atau menemukan peluang itu. Jalan hidup samurai mengajarkan agar bisa hidup untuk orang lain dan menasehati bahwa ia dihidupkan bukan untuk dirinya sendiri.

4. 礼 Rei – Respecta

Tidak ada alasan untuk menjadi keji dan kejam. Tidak perlu pembuktian untuk sebuah kekuatan. Seorang samurai harus bersikap sopan, bahkan kepada lawan. Tanpa menghormati orang lain, kita tidak lebih baik daripada binatang. Samurai dihormati bukan hanya karena kepiawaiannya dalam medan pertarungan, tapi juga dari perilakunya memperlakukan orang.

5. 誠 Makoto – Honesty, absolute sincerity

Ketika samurai berkata sesuatu, itu ibarat ia telah selesai melakukannya. Tidak ada di dunia ini yang mampu menghentikan langkahnya. Samurai tidak perlu berjanji atau menjanjikan sesuatu. Samurai mengatakan apa yang akan dan dia lakukan. Tidak kata mundur, karena mundur bukan pilihan dan alasan.

6. 名誉Meiyo – Honour

Samurai hanya memiliki satu hal (orang, atau apapun) yang menentukan kehormatannya. Pilihan yang dibuat dan bagaimana cara mendapatkannya menjadi cermin siapa samurai itu sesungguhnya. Kau tidak bisa sembunyi dari dirimu sendiri.

7. 忠 Chuu – Fair

Kata – kata yang kau ucapkan dan perbuatan yang kau buat adalah milikmu. Kau bertanggung jawab terhadapnya dan segala konsekwensi yang mengikutinya. The words of a man are like his fingerprints, you can track them wherever he goes.

Katanya, kebiasaan ini sedikit banyak juga mempengaruhi kebiasaan masyarakat Jepang saat ini, mencakup perilaku kerja keras, disiplin dan etos kerja sehari-hari. Hm.. untuk yang ini saya belum bisa membahasnya, karena saya  belum menginjakkan kaki di negri Sakura sana. Someday, I will :) (amin..). Tapi, tapi, yang namanya peraturan, dari dulu sampai sekarang, ya tidak bisa semua orang mematuhinya. Begitupun dengan para samurai. hanya saja, samurai yang tidak mentaati jalan hidup kesatria ini harus bersiap malu dihadapan masyarakat. Begitupun dengan keluarga dan keturunannya yang akan mendapat pandangan buruk pula. Bagi seorang samurai, kehilangan kehormatan dan harga diri adalah hal yang tidak termaafkan. Untuk yang ini, tidak hanya berlaku bagi seorang samurai, tapi juga berlaku untuk masyarakat Jepang sekarang. Hm.. jadi kepengen 6 souvenir kanji sisanya.. fyiu.. keren semua..  :D

Acknowledgment:

–      Terima kasih teruntuk teman classmate J-91 yang telah memberi souvenir gantungan handphone ini plus cemilan Shinchan Chocobi^___^ Mungkin lain waktu, saya ulas juga itu deh itu makanan terkenal bernama Chocobi :D

–      http://www.worldofjapan.net

30.08.2012

5 Comments

  1. wah, dapet wawasan baru lagi nih..makasih y zon :)

    • Sama-sama… ;)

  2. Sama yg ngasih tau artinya ga zon? ;)
    Sama anak jepangnya yg ngasih tau ke hicha maksudnya.. Hihihi..

    • Hiahaha.. Bener… Best Regards to zuper and the best classmates J-91 Hicha.. 🎉🎉🎉🎉
      Thank you for telling me the name of Makoto, chingu;) dan tuk temen Jepangnya.. Berangkat dari satu kanji, jd menemukan 6 kanji hebat lainnya, jd makin suka dgn gantungannya:D

  3. kereenn..nah ini saatnya saya bilang WOW heheh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: