Skip navigation

“Kalau sedang makan, hanya urusan makanlah yang aku fikirkan.

Kalau sedang berjalan, aku berkonsentrasi pada urusan berjalan.

Kalau aku mesti bertarung, mau mati hari apapun tidak ada bedanya bagiku.

Sebab, aku tidak hidup di masa lalu ataupun masa depan.

Aku hanya tertarik pada saat ini.

Berbahagialah orang yang bisa berkonsentrasi untuk saat ini.

Sebab hidup adalah saat yang kita jalani sekarang ini.”

Buku pertama di hari kelima tahun ini. Buku yang sederhana, manusiawi, indah dan sarat akan inspirasi dan pesan-pesan hidup.

Bermula dari kisah perjalanan seorang anak gembala untuk mendapatkan petunjuk dimana harta karun yang dipesankan dalam mimpinya berada, hingga akhirnya menempuh perjalanan dari kota Spanyol dan petualangan melalui gurun pasir yang beratus kilometer jauhnya, lalu bertemu dengan gadis gurun pasir, Fatima yang memikatnya sejak pandangan pertama.

Perjalanan dari padang rumput ke padang rumput, dari kota ke kota, membuatnya banyak bertemu dengan bermacam orang, yang membuatnya banyak berfikir dan menyadari bahwa ia tidak akan dapat mendapatkan sesuatu, tanpa mengorbankan sesuatu. Banyak godaan yang seakan memberinya alasan untuk menyudahi perjalanannya mencari harta karun itu, seperti harta, kekuasaan, dan wanita. Digurun pasir ini ia bertemu Fatima, wanita yang memikatnya sejak pandangan pertama. Anak ini berniat untuk melepaskan pencariannya dan hidup bersama dengan Fatima. Namun, Fatima adalah wanita gurun yang tegar yang tidak akan menahan anak ini hanya untuk dirinya ataupun membiarkan anak ini menyerah dengan impiannya dengan alasan dirinya, sesuai dengan tradisi ala gurun pasir. Wanita akan setia menanti suaminya pulang mengejar mimpinya, menunaikan tugasnya. Ada dialog yang bagus yang dituliskan oleh Coelho mengenai ini :

“Bukan cinta namanya kalau hanya berdiam diri saja seperti padang pasir, atau menjelajahi dunia seperti angin.

Bukan pula cinta namanya kalau hanya memandang segala sesuatu dari kejauhan.

Cinta adalah daya yang mengubah dan memperbaiki.

Cinta yang memainkan peran dan menentukan apakah menjadi lebih baik atau lebih buruk.

Sebab, saat kita mencintai, kita selalu berusaha menjadi lebih baik lagi.

Jika ia melepaskan impiannya, itu karena cintanya bukan cinta sejati.

Karena sesungguhnya, cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdir dan impiannya.”

Di gurun pasir ini pula si anak bertemu dengan Sang Alchemist. Sang Alchemist ini bukan ahli kimia dalam pengertian harfiah, tetapi adalah pemurni emas yang merupakan tokoh yang kemudian banyak memberikan pelajaran.

Dari buku ini banyak pesan yang bisa didapat. Seringkali kita mendapat ide untuk mengembangkan sesuatu, atau intuisi pada suatu bakat tertentu. Namun, sering kita tidak berani melaksanakannya, karena berbagai alasan. Takut akan perubahan, takut tidak bisa makan, takut gagal, dan takut-takut lainnya. Terkadang bahkan ada yang menelantarkan tugas-tugasnya, kewajibannya, bahkan menyerah dengan impiannya dengan alasan cinta, padahal, cinta bukanlah alasan untuk itu. Dari buku ini pula banyak pesan yang dapat mengingatkan pembaca-pembaca muslim akan pesan Al-Quran, bahwa dalam kejadian langit dan bumi, pergantian siang dan malam, pergerakan matahari, rembulan, gunung, angin dan ombak, sesungguhnya merupakan tanda-tanda bagi mereka yang berfikir. Coelho juga menyinggung kisah tentang nabi Yusuf as. Semua pesan-pesan tersebut tersampaikan secara tersirat dan tersurat dengan keindahan bercerita ala Paulo Coelho.

”katakan pada hatimu, rasa takut akan penderitaan justru lebih menyiksa daripada penderitaan itu sendiri.

Tak ada hati yang menderita saat mengejar impian-impiannya, sebab setiap detik pencarian itu bisa diibaratkan pertemuan kembali dengan Tuhannya.

Setiap jamnya adalah membahagiakan, karena merupakan bagian dari impian menemukan harta itu.

Ketika kau sungguh-sungguh mengejar harta karunmu, sepanjang jalan kau akan menemukan hal-hal yang takkan pernah kaulihat seandainya kau tak punya keberanian untuk mencoba segala sesuatu yang kelihatannya mustahil dicapai.”

-The Alchemist, Paulo Coelho

4 Comments

  1. huaaa ozon..aku jadi inget buku ini,
    emang baguss..ini buku aku pinjem dari gita, pas jaman” kuliah :D..

    • bagus ya.. rangkaian kata2nya hebats. ga bosen bacanya
      eh, ku link blog rakhmat di blog ku ya.. biar bs bisa saling update :D

      • okeh, siap zon..
        o ya kapan” aku pinjem buku itu ya..biar inget lagi..:D

        • dwiryaniarizona
        • Posted June 8, 2012 at 1:24 pm
        • Permalink

        silahkan.. :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s